PENULIS       RELIGI      TEKNIK MESIN    MULTI SERVIS      MUSLIM    MEDICAL       FOREX

pengolahan limbah cair (IPAL) di rumah sakit



Untuk instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) di rumah sakit, sistemnya lebih kompleks karena harus menangani limbah infeksius, bahan kimia, dan zat farmasi. Berikut komponen utamanya:

1. Pengolahan Awal (Pre-Treatment)

  • Screening (Bar Screen) – Menyaring benda padat besar seperti kain perban, plastik, dan tisu.
  • Bak Penampung Awal (Equalization Tank) – Menyimpan limbah untuk menyeimbangkan aliran sebelum masuk proses berikutnya.
  • Oil & Grease Trap – Memisahkan minyak, lemak, dan cairan farmasi dari limbah rumah sakit.
  • Bak Pengendapan Awal (Primary Sedimentation Tank) – Memisahkan partikel berat sebelum proses biologis.

2. Pengolahan Biologis

  • Bak Aerasi (Aeration Tank) – Menggunakan bakteri aerob untuk mengurai zat organik dari urine, darah, dan sisa obat.
  • Bak Anaerob (Anaerobic Digester) – Mengolah zat organik tinggi dari limbah laboratorium dan farmasi.
  • Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) / Membrane Bioreactor (MBR) – Menggunakan biofilm atau membran untuk penyaringan dan pemecahan zat organik.
  • Trickling Filter – Menggunakan media berpori untuk pertumbuhan mikroba yang membantu pengolahan limbah.

3. Pengolahan Kimia

  • Dosing System (Sistem Pemberian Bahan Kimia) – Menggunakan bahan kimia seperti klorin, PAC, atau alum untuk membunuh bakteri patogen.
  • pH Neutralization Tank – Menyesuaikan pH limbah sebelum dibuang ke lingkungan.
  • Ozonisasi (Ozone Treatment) – Mensterilkan limbah menggunakan gas ozon agar bebas dari bakteri dan virus.
  • Chlorination Tank – Menambahkan klorin sebagai desinfektan tambahan.

4. Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment)

  • Sand Filter (Saringan Pasir) – Menyaring partikel kecil yang tersisa dari proses sebelumnya.
  • Carbon Filter (Saringan Karbon Aktif) – Menyerap zat kimia beracun, bau, dan warna dalam air limbah.
  • Ultrafiltrasi / Reverse Osmosis (RO) – Menjernihkan air limbah hingga kualitas lebih tinggi, tergantung regulasi lingkungan.

5. Pengolahan Lumpur (Sludge Treatment)

  • Sludge Thickener – Mengurangi kadar air dalam lumpur sebelum dibuang.
  • Belt Press / Filter Press / Centrifuge – Mengeringkan lumpur agar lebih mudah dibuang atau diolah lebih lanjut.
  • Incinerator (Insinerator Limbah Medis) – Membakar lumpur atau sisa limbah infeksius yang tidak bisa diolah lebih lanjut.
  • Sanitary Landfill (Tempat Pembuangan Akhir Khusus) – Menyimpan sisa lumpur hasil pengolahan dalam area aman.

6. Sistem Pemantauan & Keamanan

  • Flow Meter & pH Meter – Memantau kualitas air yang masuk dan keluar dari IPAL.
  • Alarm & Emergency Shut-Off – Sistem peringatan jika terjadi kebocoran atau pencemaran berbahaya.

IPAL rumah sakit harus sesuai dengan regulasi lingkungan setempat, misalnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI terkait standar air limbah medis.

Kalau Abang Majnun butuh detail lebih lanjut atau gambar skema, bilang saja ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar